Rabu, 13 Agustus 2014
Kamis, 07 Agustus 2014
When He Come with Amazing Story
Entahlah apa namanya ini. Dia
datang. Dia kembali. Dia sahabatku. Sahabat kecilku. Senyumnya mengobati.
Mengobati luka di hati. Dia datang disaat yang sangat tepat. Bukan rasa yang
spesial. Tapi kehadirannya yang diiringi cerita-cerita menakjupkan membuatku
ingin mengikuti jejaknya. Menjadi seperti dia.
Namun, entahlah. Perasaan kagum
itu kemudian diikuti rasa yang berbeda. Aku tahu, aku tak mungkin memilikinya.
Aku bukan pilihannya. Aku bukan incarannya. Dan itu tak membuatku sakit hati.
Karena hanya dengan hadirnya dia saja aku merasa mempunyai mimpi yang sangat
tinggi.
Aku tak berharap lebih. Aku tak
meminta yang muluk-muluk. Kehadirannya membawa warna baru untuk hidup yang
singkat ini. Kisah luar biasa yang dibawanya. Sungguh, karunia-Nya yang luar
biasa.
Sahabat kecilku... Kamu
motivasiku. Kamu semangatku. Dan Ya Tuhan, jadikan dia seseorang yang mulia di
sisi-Mu.
Sabtu, 12 April 2014
The Late Post (⌣́_⌣̀)
Pengalaman yang terbilang baru bagiku. Dituntut untuk mencoba hidup tanpa orang tua. Memang sulit ternyata. Tak terbiasa. Berbagai side effect pun telah kurasakan. Mulai dari gejala fisik dan psikis. Menjalani hidup seorang yang dewasa bukan hal yang mudah. Banyak cobaan, rintangan, haru, tangis. Namun tawa takkan pernah hilang walaupun tawa itu hanya menyembunyikan sesuatu yang sakit dalam hati.
Disini, di tempat yang jauh. Mengetahui hal hal buruk dan baik. Terimakasih. Ini yang dinamakan nano nanonya hidup. Rame rasanya.
Bintaro, 13 April 2014
Love
Kamis, 19 Desember 2013
BURNED
Pagi itu pacarku bercerita bahwa kakanya akan berulang tahun minggu ini. Dia mengajakku untuk datang di acara ulang tahun itu. Aku menolak, karena memang orang tuanya tak pernah memperbolehkan anak-anaknya pacaran. Aku tak terlalu memikirkan acara ini.
Aku diajak ke sebuah cafe oleh keluarga kecil itu. Mereka baik padaku. Mereka mengajakku berbicara dengan akrab. Aku merasa tak khawatir lagi. Ibunya mengambilkanku makanan dan memberikannya dengan sangat ramah. Keluarga ini benar-benar menghargai kehadiranku.
Ketika suasana telah sepi, sang ayah berjalan ke belakangku dan kemudian mengikat tanganku. Ibunya membungkam mulutku dengan serbet. Kemudian sang kakak mulai menyiramkan minyak tanah ke seluruh tubuhku dan kemudian mereka membakarku. Aku berusaha berteriak tetapi tak ada yang peduli termasuk pacarku. Dia hanya ketakutan tanpa bertindak selangkah pun. Akhirnya aku gosong. Aku pun langsung terbangun dan menyadari bahwa itu hanyalah mimpi.
One More Tears
Entah ini rasa kehilangan atau rasa
benci. Tapi aku tak akan malu mengakuinya apapun ini. Merasa dekat dengan teman
kemudian ditinggalkan begitu saja sangatlah menyakitkan. Walaupun banyak teman
selain mereka, tapi aku tak bisa diam jika melihat mereka bersama tanpa aku.
Bukan hakku memang untuk melarang mereka. Hingga akhirnya meluapkan emosi
dengan berkata sesukaku yang bisa aku lakukan. Aku bukan orang yang
ditinggalkan lalu aku akan sendiri selamanya. Sekarang pun aku sebernarya
mempunyai banyak teman. Tapi seperti yang ku katakan, aku tak bisa melihat
mereka bersama tanpa aku.
Menyakitkan
memang. Aku tak pernah mengalami ini sebelumnya. Aku mempunyai sahabat yang
menyayangiku begitupula aku juga menyayangi mereka. Ini pertama kalinya aku
mengira aku akan mendapatkan sahabat seperti sahabat-sahabatku yang sekarang
kami telah terpisah. Aku salah. Sebuah hal yang aku kira adalah emas ternyata
hanya besi berkarat. Aku tak mampu menahan emosi. Selalu saja ku ungkapkan
dengan sindiran – sindiran yang tak berdampak pada keadaan. Menemukan
sekumpulan orang yang aku kira baik ternyata tak ada rasa peka dan keinginan
untuk memikirkan perasaan orang lain.
Bermotto
‘biarlah orang berkata apa’. Menurutnya mungkin itu baik. Padahal arti
sebernarnya adalah dia menganggap remeh perkataan orang-orang tentangnya. Tak
punya rasa malu karena dia bukan seseorang yang mau mendengarkan kritik.
Jadilah burukpun berarti dia tetap merasa dirinya ayng paling ampuh.
Sebuah hati
yang terluka kemudian terbalut dan akhirnya terluka lagi ini tak mampu lagi
menerima keadaan. Semacam menjadi seseorang yang tersisihkan, terbuang,
tergeletak. Maaf yang diucapkan ternyata hanya kecerdasan mulut busuk. Bukan
lagi rasa simpati, yang ada rasa dengki. Menjadi orang yang mereka dekati
ketika ada hal yang penting bukan hal yang mudah. Merelakan, mengikhlaskan diri
untuk menjadi demikian sangatlah sulit.
Dulu kita
dekat sekali. Bahkan, sampai orang menggunakan namaku untuk mendekatimu. Karena
apa? Ketika aku bertanya pada orang itu “Mengapa kau menggunakan namaku?” orang
itu kemudian menjawab “Karena aku tau kamu yang paling dekat dengannya”. Bagai
menemukan emas yang ternyata adalah besi berkarat.
Usai sudah.
Tak ada lagi rasa simpatiku. Tak ada lagi rasa peduliku. Dan tak ada lagi
kepercayaan untuk benar-benar mengakui mereka sebagai TEMAN.
Minggu, 15 Desember 2013
Tears (。┰ω┰。)
Pernah nggak sih ngerasa punya temen deket terus tiba-tiba cuma dianggap kaya angin lewat aja. Sakittt!
Ya, aku akuin aku kehilangan. Beneran. Dan sekarang amit aja deh aku nggak punya simpati lagi sama mereka. Angkuh gitu.
Oke, sekarang I'm Fine. Nggak papa lah mereka jauhin aku. Ini motivasiku buat jadi yang lebih hebat dari mereka. Aku bisa, dengan temen-temen yang sekarang jauh lebih bisa ngerti perasaanku, dan nggak menganggap aku cuma seperti angin lewat.
This problem make more better :)
Jumat, 13 Desember 2013
Just Share Not Nyindir :)
I'd
like to tell you about my heart feeling now. I feel sick 'cause my close
friends. I don't know why they're keep away from me. But I just keep positive
thinking. My friends aren't only them. Maybe I'm not reasonable for them.
They're the smartest student in this class, but me? Yes I know. I'm not the
cad.
Now,
I feel comfort with my other friends. They're just so so but they're know how
to make their friends feel comfort and and make their self are the favorite
place to their friends for asking their mistake. Sharing their story. I feel
comfort now.
And
now I create a statement that 'find the true friend not depend on their
academic achievement. But their way to be a true friend are more than
important'
Be a good friend :)
Langganan:
Postingan (Atom)










